0



Bolacasino88 - Aurelio De Laurentiis mengungkap keburukan sang mantan pelatih Maurizio Sarri. Menurut presiden Napoli itu, Sarri kurang percaya pada pihak klub.

Sarri membawa Napoli finis peringkat dua di Serie A musim 2017/18 kemarin, dengan rekor klub 91 poin. Mereka gagal meraih Scudetto karena kalah bersaing melawan juara bertahan Juventus.

Sarri gencar dikabarkan bakal menjadi pengganti Antonio Conte di Chelsea. Pelatih 59 tahun itu menolak berkomitmen pada Napoli. De Laurentiis pun lantas mengangkat Carlo Ancelotti sebagai pengganti.

"Saya selalu sopan kepadanya. Saya selalu mendukungnya," kata De Laurentiis.

"Namun pada titik tertentu, jika Anda masih punya kontrak dua tahun dengan saya namun terang-terangan menunjukkan keraguan - mengatakan hal-hal seperti 'saya tak tahu apakah saya akan bertahan', 'saya tak tahu apakah klub akan mampu mempertahankan pemain-pemain terbaiknya' - itu adalah isyarat jelas tentang ketidaksabaran dan kurangnya kepercayaan."

"Maurizio tak pernah memberi saya jawaban . Jika Anda menutup pintu di muka saya, saya dengan sopan akan menjauh agar tak mengganggu pekerjaan Anda, tapi itu hanya sampai titik tertentu."

"Setelah itu, saya punya hak serta kewajiban untuk melindungi kepentingan klub dan mulai melihat ke tempat lain." (cds/gia)

Sarri tidak dipecat oleh Napoli. Secara teknis, dia masih terikat kontrak dua tahun dengan Napoli hingga Juni 2020.

Menurut De Laurentiis, jika ada klub lain yang ingin memakai jasa Sarri, dia takkan menghalang-halanginya.

"Jika ada yang datang bernegosiasi untuknya, saya akan bertindak sangat fair."

"Saya bukan seorang pendendam. Saya ulangi, saya akan selalu berterima kasih kepada Sarri."

Finis di Serie A dengan rekor klub 91 poin musim lalu adalah prestasi bagus. Namun De Laurentiis mengaku lebih suka jika Napoli melangkah lebih jauh di Liga Champions.

Napoli kandas di fase grup. Partenopei kalah bersaing dengan Manchester City dan Shakhtar Donetsk.

Napoli terlempar ke babak 32 besar Liga Europa. Napoli langsung tersingkir setelah kalah gol tandang dalam agregat 3-3 melawan Leipzig.

"Rekor poin bukanlah target klub, tapi lebih ke prestasi pribadi."

"Masih lebih baik finis peringkat dua dengan 81 poin namun melangkah lebih jauh di Eropa," pungkas presiden Napoli tersebut.

Posting Komentar

 
Top