0



Bolacasino88 - Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, mengaku bahwa dirinya bukan sosok yang fanatik dengan analisis statistik dan angka. Baginya, permainan seperti itu membuat sepakbola seperti bermain PlayStation.

Nama Allegri mencuat setelah dia pindah dari Cagliari untuk bergabung dengan AC Milan pada tahun 2010. Di musim pertama bersama Milan, Allegri langsung memberi gelar scudetto untuk Milan. Ia kemudian pindah ke Juve di tahun 2014.

Selama di Juve, dia tidak pernah absen meraih gelar scudetto setiap musim dan menjejakkan kaki di dua laga final Liga Champions.

"Saya bukan pelatih yang fokus pada taktik atau analisis karena diri saya lebih tentang naluri. Menurut saya, seorang pelatih, mendasarkan keputusan yang dia ambil pada sebuah sensasi dan pada presepsi," ucap Allegri.

"Jika tidak begitu, Anda cukup dengan duduk di depan komputer dan sepakbola tak ubahnya seperti PlayStation. Dan, itu bukan saya," tegasnya.

Menurut pelatih berusia 50 tahun ini, ada banyak variabel yang menentukan hasil sebuah pertandingan dan tidak mungkin semua terjadi dalam satu laga. Karena itu, Allegri mempercayai jika tidak ada satupun yang sempurna dan tidak bisa dikalahkan.

Sementara, soal kans dia hengkang dari Juve, Allegri mengaku sangat terbuka untuk melatih klub luar Italia. "Tentu saja saya akan pergi ke luar negeri dan karir saya di Italia, sudah selesai," tandas pelatih incaran Chelsea dan PSG tersebut.

Posting Komentar

 
Top